Assalamu'alaikum :) Anda adalah pengunjung ke

Website counter

Minggu, 11 Maret 2012

Kisah Kalimat Subhanallah


Alkisah. Suatu hari Imam Ahmad bin Hambal mengadakan perjalanan dakwah ke suatu daerah. Di daerah tersebut Imam Ahmad tidak memunyai teman. Hari sudah malam dan Imam tidak mendapatkan tempat untuk menginap. Akhirnya Imam pergi ke sebuah masjid, menggelar tikar untuk bermalam dan tidur di sana. Mungkin karena capek, mata pun segera terlelap. Baru saja sekejap mata terpejam, tiba-tiba seorang penjaga masjid datang dan membangunkannya. Penjaga masjid  tidak membolehkannya tidur di dalam masjid. Imam berkata: Aku ini adalah musafir yang tidak mendapatkan tempat untuk bermalam. Penjaga masjid itu tetap menolak dan tidak mengizinkan seseorang tidur di dalam masjid, dia tidak tahu kalau orang yang dilarang tidur di masjid itu adalah seorang ulama besar. Imam Ahmad diusir keluar, kerah bajunya ditarik hingga keluar dari pintu masjid. Pada saat sedang keluar dari masjid itulah lewat seseorang tukang roti, lalu menghampirinya dan ingin tahu apa yang sedang terjadi. “Apa yang terjadi pada Anda?” tanya tukang roti. Imam menjawab: “Saya tidak mendapatkan tempat untuk bermalam dan saya hendak tidur di masjid, tetapi penjaga masjid melarang saya tidur di masjid,” jawab Imam. Setelah tahu permasalahannya, tukang roti lalu mengajak Imam pulang dan bermalam di rumahnya.
Imam Ahmad dipersilakan tidur di sebuah kamar, sementara tukang roti melanjutkan pekerjaannya, yaitu membuat roti untuk dipasarkan besok pagi. Imam Ahmad tidak bisa tidur, dia memperhatikan apa yang dikerjakan oleh tukang roti. Di situlah Imam Ahmad terkagum-kagum melihat tukang roti banyak mengucapkan tasbih, “Subhanallah” sambil membuat roti. Imam Ahmad merasakan betapa agungnya apa yang dilakukan oleh tukang roti itu.
Pagi harinya Imam Ahmad bertanya: Apakah Anda sudah melihat dan merasakan suatu keberuntungan dari membaca tasbih?”
Tukang roti menjawab: “Ya. Demi Allah, semua yang aku mohonkan selalu dikabulkan Allah, kecuali satu yang hingga kini belum dikabulkan Allah.”
“Apa yang satu itu?” Tanya Imam Ahmad.
Jawab tukang roti: “Aku inginmelihat seorang ulama besar yaitu Imam Ahmad bin Hambal.”
Imam bekata: “Akulah Imam Ahmad bin Hambal. Demi Allah, Dia telah mengirimkan aku memenuhi permohonan anda. Sungguh doa anda telah dikabulkan Allah.”  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar